pizzakill

High N’ Dry

Mati Lampu

Posted by dasarwanita on 25 Juni 2008

Waduh….Selasa ini dunia terasa panas dan gelap. Baru tidur pagi-pagi dan sebentar pula, kebangunan gara-gara kepanasan. Listrik mati! sial tuh dah beberapa hari ini ga jelas dapet giliran mati lampu mulu.

Berniat menikmati liburan dengan acara nonton felem2, dengan sedikit cahaya di ruang sempit ber’alaskan kasur empuk, selimut dan bantal-guling kesayangan yang hampir usang :D, eh…semua gagal total.

Semua belum usai, beranjak ke kamar mandi, air di bak kering kerontang, jangankan mandi, buat gosok gigi pun tak ada. Lain kali kalo mau matiin listrik bilang-bilang yah ‘pak PLN’, jadi kita bisa isi penuh tuh aer dari semalem. :D

Posted in Tak Berkategori | 6 Comments »

Piket Malem

Posted by dasarwanita on 23 Juni 2008

Minggu malem ini kepala berat banget, masuk angin kali yah.. dapet tugas malem nungguin Itali lawan Spanyol di Euro 2008. Agak kurang semangat neh, gara-gara kemaren malem ‘Oranje’ kalah. Udah mah gelaran Euro kali ini gw nilai kurang menarik, kurang greget, ditambah permainan Belanda elek…

Ditemani segelas kopi hitam yang selalu setia mendampingi rutinitas malem plus suntikan juga buat menahan pedesnya mata ini. ‘Suede - Saturday Night’ terus terlantun di winamp, ‘Whatever makes her happy on a Saturday night…’ Baru inget lagi tu lagu yang dulu jadi chart top 10 di studio kamar gw. Udah lama juga ga ngikutin lagu-lagu baru, terlalu ’sibuk’.

Haduh…kenapa ni yah..??!! Kayanya ada yang kurang deh…

Posted in Tak Berkategori | 5 Comments »

“Rayuan Ibukota”

Posted by dasarwanita on 1 April 2008

Tak terasa hampir masuk tahun ke-3 ku bekerja dikantor ini, perjalanan panjang adalah santapan setiap harinya, banyak yang ku dapatkan dari perjalanan itu, mulai dari pemandangan yang indah sampai harus terjerembab ke aspal jalan dan menimbulkan lecet di kaki dan tangan tapi semua dijalani dengan SEMANGAT.

Tak terasa perjalanan ini membuatku terhenti di Dufan, menarik hati setelah beberapa tahun tak lagi menginjakan kaki di tempat pemacu adrenalin tersebut.

Wahana Tornado adalah tempat pertamaku mencoba kehebatan pemacu jantung buatan tangan manusia itu. Breeerr…wuaw tak terasa 2x ku naiki wahana yang kusebut permainan gila tersebut. Ampun..kepala yang tadinya panas dibuatnya dingin. Lumayan merefresh otak.

Setelah berkeliling mencoba semua permainan, singkat cerita ku terdiam sesaat di salah satu wahana berbentuk perahu atau kora-kora sebutan Dufannya. Gila…ku lihat sepasang laki-perempuan yang sudah tua renta dengan lilitan urat yang timbul dikedua tangannya mengantre menunggu giliran naik wahana tersebut. Penasaran ku dibuatnya.

Tak lama, keduanya menaiki kora-kora. Perasaan tegang terpancar dari muka si Nenek yang memerah mencoba ditenangkan oleh si Kakek yang mengelus rambut putihnya. Mesin dijalankan petugas, terlihat tangan si Nenek memegang erat pegangan yang ada di wahana tersebut.

Dengan memejamkan matanya terlihat si Nenek mengangkat belahan mulutnya tapi anehnya, bukan berteriak dengan lantang seperti kebanyakan orang, si Nenek malah seperti ingin memuntahkan sesuatu dalam mulutnya, uweek….begitulah kira-kira. Tak lama si Kakek yang asyik berteriak melihat kekasihnya dalam keadaan semaput, si Kakek terus mendorong si Nenek untuk berteriak sekencang mungkin…tu wa ga pat angin mana yang mempengaruhi si Nenek dengan mata yang masih tertutup mencoba berteriak seperti yang diperintahkan si Kakek, akhirnya dengan terbata-bata si Nenek bisa juga berteriak dan membuka matanya sampai akhir permainan.

Petugaspun bertanya, “Ada yang mau lagi??” dengan lantang si Nenek menjawab “Mauuu..” dalam hati bertanya. “Ya…ampun Nek, tadi udah ampir sekarat masih bilang mau juga. Rayuan maut apa yang bikin si Nenek tertantang kembali?”. Puas dengan permainan, pasangan itu pun meninggalkan tempat tersebut, berjalan dengan kecepatan 0,01 Km/Jam, bergandengan tangan dan senyum yang terlihat dari raut kriput si Nenek. Perasaanku ternyata salah, kukira mereka datang bergerombol seperti orang-orang kebanyakan yang datang, tenyata mereka hanya berdua datang ketempat seperti ini. Huhuhu…

–Berminggu berlalu, Berbulan berlalu, Bertahun berlalu–

Senin kemarin, saat tengah berjalan menuju kantor tercinta, lagi ku melihat “dua sejoli senior” yang tengah berjalan dengan motornya membawa berbungkus-bungkus plastik besar berwarna hitam di panas terik ibukota dan antrean kendaraan yang tak kunjung mereda. Tanpa menghiraukan halauan Jakarta terlihat si Kakek melakukan aksi mendebarkan…

Beberapa detik kemudian, dilepasnya pegangan tangan kiri dari setang motornya dan dengan nakalnya mengarahkan tangan yang hanya terbungkus kulit itu menyubit tangan si Nenek yang sedang repot membawa karung-karung belanjaannya penuh arti.

Dengan muka agak sinis si Nenek telihat mengeluarkan kata-kata yang tak jelas dibatang telinga ini karena terlalu bisingnya kendaraan yang terus memadati bilangan Wr Buncit. Tapi terlihat si Kakek tertawa geli sepertinya puas dengan kelakuannya tadi, sambil terus berkonsentrasi dengan arah motornya yang berjalan pelan, tak lama kemudian percakapan terlihat.

Detik demi detik terlihat muka sinis si Nenek terlihat berpudar merona, dengan centil diambilnya sehelai kain yang menutupi leher untuk menutupi gerakan sumringah yang keluar dari mulutnya yang terlihat kempot karena gigi yang habis dimakan usia. Terlihat si Nenek senang dengan apa yang si Kakek ucapkan, dengan manjanya si Nenek menghujamkan kepalanya yang tertutup helm ke punggung si Kakek.

Terenyuh dengan begitu abadinya rasa itu keluar dari diri mereka. Betapa damai dunia jika rasa itu selalu berada dalam diri kita, kegilaan yang sehari-hari menjadi momok dari segala masalah mungkin hanya secuil tanah yang tak berarti bagi mereka yang selalu tetap berada dalam belenggu itu.

Posted in Tak Berkategori | 15 Comments »

“Radiohead”

Posted by dasarwanita on 24 Maret 2008

Band yang berasal dari Oxfordshire, Britania Raya ini terbentuk ketika mereka bertemu dalam satu sekolah di Abingdon School. Thom Yourke (vokal - gitar) dan Colin Greenwood (bass gitar, synthesisers) adalah satu angkatan, sedangkan Ed O’Brien (gitar), Selwey (Drum) berbeda satu tahun dan Jonny Greenwood (gitar) yang adalah adik dari Bassist Colin dua tahun lebih muda dari Yourke dan Colin di tahun 1986. Format nama pertama mereka “On a Friday”. 1986 pun menjadi panggung pertama mereka di Oxford’s Jericho Tavern, saat itu Jonny Greenwood menjadi keyboaris.

Ketika Yorke, O’Brien, Selway, dan Colin Greenwood meninggalkan Abingdon di tahun 1987 dan melanjutkan kuliah, mereka pun hanya berlanjut di akhir minggu dan hari libur saja. Mereka pun merekam demo lagu di Manic Hedgehog demo tape dan manggung di sekitar Oxford dan mengikuti acara-acara indie.

Saat “On a Friday” manggung dan performanya berkilau, Chris Hufford produser musik Oxford’s Courtyard Studios pun menawarkan rekaman kepada mereka. Bryce Edge menjadi manager mereka saat itu. Perusahaan rekaman EMI pun tertarik untuk memikat mereka. Mereka pun dikontrak rekaman sebanyak 6 album di tahun 1991. Tetapi saat itu EMI meminta nama mereka diganti dari “On a Friday” menjadi “Radiohead” karena terinspirasi oleh lagu yang berjudul Talking Head’s dari album True Stories yang diciptakan oleh David Byrne seorang musisi dari amerika.

Album Drill menjadi album pembuka Radiohead menjadi debut pertama di tangga lagu UK yang ke 101 di tanggal 5 mei 1992. Dengan single “Thinking About You” yang diambil dari album Manic Hedgehog (album demo tape 1991) dan “Stupid Car”, “Prove Yourself”, “You” Menjadikan album pembuka mereka yang sangat menyedihkan.

Title “Creep” di album Pablo Honey yang dirilis tahun 1993 menjadi salah satu lagu yang diterima banyak kalangan di Musik British. Tipe musik mereka tidak pas pada saat itu karena Grunge yang dipopularkan Nirvana sepanjang tahun 1990an tersebut menjadi inspirasi banyak kalangan. Namun lagu “Creep” menjadi sebuah momentum, lagu tersebut banyak didengarkan di seluruh dunia. “Creep” juga membuat suatu perubahan di MTV. Saat itu tensi menjadi sangat tinggi karena kesuksesan “Creep” membayangi mereka. Radiohead pun melakukan tour ke USA di tahun 1993 sambil memulai menggarap album keduanya. Mereka melakukan tour keliling benua Australia dan Asia Selatan untuk menghilangkan tekanan dari negeri asalnya. Yourke mulai tidak menyukai MTV karena “right at the sharp end of the sexy, sassy, MTV eye-candy lifestyle” menurutnya.

Sepanjang tournya itu mereka mengerjakan album kedua mereka di sebuah studio veteran “Abbey Road Studios” yang diproduseri oleh John Leckie, nama produser british yang bertangan dingin, ia pun berpengaruh pada suksesnya album Origin of Symmetry “Muse”, George Harrison’s di album All Things Must Pass, the eponymous album debutnya The Stone Roses dan The Verve’s dalam A Storm in Heaven nya. Saat itulah “The Bends” di tahun 1995 selesai mereka rilis.

Ketika Radiohead menjadi salah satu band Britpop yang mendominasi media negeri asalnya. Di album ini mereka banyak memainkan permainan gitar yang ciamik, dengan 3 gitaris dan lengkingan keyboard mengatmosfirkan perbedaan dengan band Britpop lain. Singles “Fake Plastic Trees”, “Just”, dan “Street Spirit (Fade Out)” berhasil mencapai 5 besar top chart di UK. Radiohead menjadi band pembuka saat tour R.E.M (band asal amerika yang sangat terkenal pada saat itu), Vokalis R.E.M Michael Stipe bahkan memuji permainan musik mereka “Mereka hebat dan membuat saya takut” pungkasnya.

Dua lagu telah disiapkan untuk rekaman album mereka selanjutnya. Lagu “Lucky” mereka rilis untuk program promosi the War Child yang tergabung dalam “The Help Album”. “Exit Music (For a Film)” dan “Talk Show Host” menjadi soundtrack di film Romeo + Juliet yang di produseri oleh Baz Luhrmann di tahun 1996.

Radiohead merilis album ke tiga, “OK Komputer Juni 1997 kebanyakan di album tersebut beraroma melodic rock dan penemuan-penemuan baru eksperimen dengan struktur lagu elektronik dan cara bermusik mereka. OK Komputer menjadi Top 1 di tangga lagu UK dan menjadi sarana kesuksesan diseluruh dunia. Mereka pun menembus Top tangga lagu US dan mendapatkan Grammy Award for Best Alternative Music Album serta menjadi nominasi Album Of The Year.

Radiohead tampil di beberapa acara televisi bersama Grant Gee director film dan cinematographer dalam “Meeting People Is Easy” di tahun 1999 dan merilis kompilasi Video klip. Dalam acara itu pun berimbas pada Thom Yourke yang membuat perbedaan dalam background musiknya.

Dalam pebuatan album berikutnya Radiohead sibuk dengan tour2 nya. “Tahun baru 1998 hanya satu kekurangan dalam hidup ini.. saya merasakan seperti ingin gila setiap waktu saya memikirkan gitar, itu seperti mimpi buruk. Saya memulai menulis lagu, berhenti setelah 16 bars, bersembunyi dibalik gambar, mencarinya lagi, membasahi pipi dan menghancurkannya.. “

Sepanjang tahun 1999, Radiohead bekerja sama untuk membuat keberhasilan seperti OK Komputer. Selama itu juga banyak sekali tekanan dan perbedaan visi mereka dalam bermusik. Yourke pun melakukan eksperimen dalam menulis, dia membuat suatu perubahan abstrak dan suatu pemecahan pada setiap lagu yang ditulisnya. Semua anggota band akhirnya menyetujui dan membuat sesuatu yang baru dalam musiknya.

Baru pada Oktober 2000 mereka meluncurkan album ke empat bertitle “Kid A”. Album ini diluncurkan dalam format minimalis dan tekstur gaya tidak bergantung pada permainan gitar, kali ini instrumen-instrumen banyak digunakan, Musik-musik orkerstra dan alat ondes martenot menjadi alat yang digunakan Radiohead untuk merubah gaya musik mereka.

Kesuksesan pun tercapai dalam hal komersial, “Kid A” mendapat platinum di minggu pertamanya diluncurkan di UK. Debut mereka banyak didengarkan di seluruh dunia, bahkan di US album mereka masuk ke dalam tangga Billboard yang pertama buat Radiohead. Grammy for Best Alternative Album dan nominasi Album of the Year pun disandangnya.

“Amnesiac” dirilis Juni 2001 yang terdiri dari additional track dari album “Kid A”. Gaya musik Radiohead dalam album ini tak jauh berbeda dari album “Kid A” yang menggunakan elektronik musik dan Art Rock, tapi di album ini terasa memiliki sedikit aroma Jazz. “Amnesiac” mendapatkan kesuksesan di seluruh dunia. Di US album ke lima ini mendapatkan nominasi untuk Grammy Award dan the Mercury Music Prize. “Pyramid Song” dan “Knives Out” yang dibuat Radiohead sejak 1997 yang sederhana cukup sukses, “I Might Be Wrong,” menjadi lagu ketiga mereka dan hanya dibuatkan versi Live nya saja. November 2001 live performance dari lagu “Kid A” dan “Amnesiac” dibuatkan versi akustiknya “True Love Waits” namun tidak jadi di rilis karena Radiohead melakukan tour di Amerika Utara, Eropa dan Jepang.

“To Be Continyu”

jonhjjo

Posted in Tak Berkategori | 8 Comments »

Mandi Saat Pesawat Jatuh

Posted by dasarwanita on 16 Maret 2008

Pesawat jatuh di minggu siang cukup membuat kepanikan-kepanikan yang tak beralasan (hiks…), pertama sih dimulai karena stok foto sudah naik, eh…dateng lagi foto baru dengan wujud yang sama, duh…udah selesai dibikin lagi, kata RI 3 buat insert berita aja, ya…udah ga jadi naik, eh…udah ditutup notepad nya tanpa di save, dateng RI 2 menghimbau agar fotonya segera naik dan semua angel tanpa ada yang tertinggal, keleyengan dah aku…mana tadi ngga di save, tapi untung memori masih seger, abis mandi, berenang di pagi hari, trus maklum kerjaan pertama di hari ini, jadi naek deh tuh foto.

Kejutan selanjutnya dateng dari tetanggaku yang baru dateng langsung disuruh buru-buru bikin video (makanya dateng itu pagian…) udah mukanya merah-merah karena disuruh cepet-cepet eh…ada anak dari Inet yang ngoprek alat-alat di studio… ga lama kemudian… Pret…Jrepp….putus tuh listrik di studio karena daya nya ga kuat kali yah… ato tetangga gw belom mandi besar.. (wah,…ga tau deh :D) dengan terbirit-birit dia keluar studio sambil nyamblak-nyamblak.. “waduh listrik putus, videonya udah disave tinggal naik” dengan keringet dingin yang mengucur di keningnya yang agak lapang, akhirnya…PC nya dibawa keluar… huahuak… (mandi dulu makanya klo kerja)

work

Posted in Tak Berkategori | 2 Comments »

“Dunia dan Khayalan”

Posted by dasarwanita on 10 Maret 2008

Menunggunya untuk mengerti tapi dia tidak akan mengerti semuanya… Menunggu panggilannya semalaman tapi dia tidak akan singgah sekalipun…

Menunggu mendengar suaranya memaafkan…Menunggunya bersimpati dan mendengarnya mengatakan “I’m in lov U” tapi dia tidak lagi berbohong… Hanya menundukkan kepalanya dan menyakitkan mendengarnya tidak lagi mengatakan “gw gak bakal pernah lagi pergi…

Ketika kehidupanku ada dalam nafasmu…
Hanya darahmu yang bisa meninggalkanku…

Bagaimana bisa mengerti keadaan ini?
Yang biasa begitu dekat bersama… yang akan bertahan selama-lamanya…
Tidakah sulit menyembunyikan bagaimana membuat semua yang dia inginkan…

Dia ingin kebohongan tapi tidak menyakitkan…Inginku kau terbang tanpa berhenti dan memulai.. We want us like everything else…

Ketika semuanya berubah menjadi sebuah drama…
Aku hanya ingin memimpikanmu malam ini…

Menunggunya mengatakan “there’s a last kiss For all the times”

Berlari dijalan ini adalah kesalahan…

zs

Ini hanya dunia khayalan….alam bawah sadar… pernah ngerasain ga??

Posted in Tak Berkategori | 12 Comments »

“Ngeronda”

Posted by dasarwanita on 29 Februari 2008

Udah dua hari ini gw ngeronda terus neh… demi sebuah dedikasi yang tinggi… haha…ditemani segelas arak manis (kopi hehe…) dan berpuluh2 batang korek api (buat ganjelin mata)… Tak bisa berkompromi perut terus merangsek minta makan…. sesekali buka 205 (IP ngesunky2 di kantor) buat pencerahan… maklum penyaluran bakat terpendam belum waktunya… Mendengar anak Tv ngoceh2 bikin narasi semakin lengkaplah penderitaan gw malam ini….
Tapi emang bener orang sabar itu disayang tuhan,… tak lama waktu berjalan, siKampret (anakHoty2) dateng dengan bungkusan plastik itemnya… bawa beberapa bungkus makanan, gila….gorengan tempe….. salah satu makanan kesukaan gw, kreksssss………gw caplok tuh gorengan yang tipis dan garing itu dengan lahap…tp sayang perut gw masih nagih…
ng…….berpikir agak lama…. jarak tempuh ke tempat gw kira2 satu jam, knp gw ga balik aja ya???
Huaks….pgn nya dari tadi seh…gw balik tp kerjaan masih numpuk, ya…udah..tanpa berlama2 gw beresin perangkat tempur gw, sarung, sejadah, peci dll…

“Doakan aku sampai ketujuan ya…”

Posted in Tak Berkategori | 2 Comments »

Kamis Malam Jumat

Posted by dasarwanita on 28 Februari 2008

Nunggu fotonya Fajar soal Bang Gito meninggal…sungguh bee….teee…dengan lantunan tembang lawas dari Bung Rhoma bertitle Ani…beliau bertutur dalam lagunya “sabarlah sayang…ku akan pulang…” membangkitkan gairah yang selama ini tertutup berbagai duri… “mulai dari durian sampe mawar berduri” detik demi detik berlalu…Foto tak jua muncul di Outlook express ini…lantunan lagu demi lagu terus berganti sejalan dengan waktu…

Giliran “darah muda” yang terlantun dari seorang penyanyi legendaris kita…yaitu “Bung Rhoma”… sebuah tembang yang menuntunku pada sebuah kedewasaan yang sama sekali tidak aku inginkan… aku ingin tetap berdiri, aku tak ingin menjadi dewasa…

Mirasantika menjadi tembang penutup karena Foto yang selama ini aku tunggu ternyata datang, tp aneh nya yg ditunggu soal meninggalnya Bang Gito yang dateng malah soal penyelundupan barang dari malaysia…. Hayah….nyambung banget

Posted in Tak Berkategori | 4 Comments »

Sepakbola or Sepakepala

Posted by dasarwanita on 8 Februari 2008

Mawar hitam menaungi dunia persepakbolaan Indonesia. Sepakbola Indonesia kini sangat akrab dengan kerusuhan yang mewarnai setiap pertandingan, tak Hanya Minim akan prestasi, bentrok antar suporter, baku hantam antar pemain sampai pemukulan wasit sudah menjadi bagian yang lumrah di dunia persepakbolaan Indonesia.

Kemarin diberitakan salah seorang suporter Persija Jakarta menghembuskan nafas terakhirnya akibat terjadi bentrokan dengan suporter Persipura Jayapura di Senayan yang dipicu oleh olokan antar kedua kesebelasan, padahal kedua tim kesayangan mereka tidak bertemu dalam pertandingan, dan yang sangat disayangkan adalah, kenapa dalam event sebesar semifinal ini dilakukan hanya di satu stadion dalam waktu yang hampir kurang dari satu jam??

Kerusuhan yang berbuntut atas tewasnya salah seorang suporter justru membuat Badan Liga Indonesia puas karena kerusuhan tak sebesar yang terjadi di Kediri oleh fans Arema Malang pada babak delapan besar. Wek….Gila bener ya, target yang dikeluarkan BLI!?

Berbuntut pada kerusuhan yang terjadi kemarin, pemerintah kini mengancam mentiadakan partai Final yang akan berlangsung besok antara Sriwijaya FC melawan PSMS Medan, menurut kedua kesebelasan ini tidak fair karena keduanya tidak terkait dalam kerusuhan itu, sedangkan sangsi yang akan diterima justru merugikan mereka.

Kenapa panitia telat melakukan tindakan yang berbuntut pada kerugian salah satu pihak?
Seandainya partai Final ini dilangsungkan dimanakah tempat yang pantas untuk kedua tim bertanding? Gunung Krakataukah?

Posted in Tak Berkategori | 2 Comments »

“THE CURE”

Posted by dasarwanita on 5 Februari 2008

Robert
Band yang terbentuk di Crawley, Sussex, Inggris 1976, yang bernama “Malice” saat itu dan sempat diganti dengan “Easy Cure” menulis lagu pertama mereka dan mengirim demonya ke perusahaan rekaman asal Jerman “Hansa”. Mereka juga sempat tampil unplugged di club Worth Abbey, di Sussex, dengan menggunakan instrumen bongo!. Saat Grup punk The Sex Pistols manggung pertama kalinya di London. Band yang mengalami formasi berubah-ubah ini digawangi Robert Smith sebagai dedengkot utama dengan rambut liar, warna kulit pucat dan lipstik merah dibibirnya. Nama Easy Cure disingkat menjadi The Cure agar cara pengucapannya tidak terlalu kaku.

Tahun 1979 Album pertama The Cure digarap dengan tajuk “Three Imaginary Boys” dengan genre yang aneh pada saat itu menempatkan mereka sebagai gerakan baru yang tumbuh dalam revolusi musik rock punk di Kerajaan Inggris. Penjelmaan yang pertama kali dibentuk oleh siswa di Notre Dame Middle School di Crawley, Sussex ini, dengan Line Up Robert Smith (piano), Michael Dempsey (guitar), Laurence “Lol” Tolhurst (percussion), Marc Ceccagno (lead guitar) and Alan Hill bass guitar itu manggung di club underground legendaris Marquee di London dan saat itu The Cure mendapat tekanan dari band-band hardcore punk karena The Cure yang aneh, Walaupun begitu, kadang konser The Cure selalu penuh, sering diminta penonton untuk terus bermain meskipun mereka harus mengulang kembali lagu-lagu yang sudah dimainkan.

1980 “Seventeen Second” album kedua yang diluncurkan The Cure diproduksi Mike Hedges dan berada di Top 20 tangga lagu Inggris. Di Amerika, album ini dinamai “Boys Dont Cry.” Dengan single andalan “a Forest” sebagai band pertama Inggris yang mengeluarkan Hit Single.

Vokalis Ian Curtis dari Joy Division bunuh diri, juga band seperti Bauhaus bubar saat itu. Robert Smith menuangkan kesedihan dan stressnya dengan menulis lagu. Album ke-3 “Faith” yang dingin dan depresi akhirnya dirilis. Bunyi-bunyi aneh seperti suara hantu dari keyboard dan gitar banyak terdengar di album ini. Lirik yg ditulis Robert juga berkisar sekitar tentang kehidupannya yg menyedihkan melalui chord2 gitar yg berkunci minor. Robert mulai menggunakan make-up dan maskara sejak rekaman album “Faith” ini.

Selama awal 1980an image yang suram yang tertanam untuk The Cure membuat mereka semakin menatap masa depan, apalagi saat peluncuran album ke empat bertajuk “Pornografi” pada tahun 1982 dengan single andalan “Lets go to bed”. Kepopuleran The Cure bertambah selama dasawarsa berjalan terus, khususnya di Amerika, dimana Lagu “Just Like Heaven” memasuki papan 40 atas di chart.

Di 1984 The Cure Melayangkan sebuah Album “The Top” dalam album ini semua alat musik/aransemen di mainkan Robert Smith kecuali Drums. Di tahun 1985 Formasi baru The Cure –Smith, Tolhurst, Gallup, Thompson, and Williams– merilis album “The Head On the Door”, album yang beraspek pesimis, kekecewaan yang melodic ini berhasil menembus daftar lagu Top 7 di Inggris dan Top 20 di Eropa dan Australia, sedangkan di Amerika album mereka menembus Top 60. Dua lagu jebolan di album ini adalah “In Beetween Days” dan “Close to Me”. Mengikuti Tour Dunia nya, The Cure merilis singles kompilasi “Standing on a Beach”. Di tahun 1986 The Cure merilis album kompilasi “Staring at the Sea” yg berisikan single-single, termasuk “Killing an Arab” yg diprotes organisasi Arab-American atas lirik dan publikasi lagu tersebut. Media musik New Musical Express (NME) menobatkan “Killing an Arab” jadi single of the week dengan permainan gitar Robert Smith yang cukup menjanjikan walaupun penampilan mereka aneh. Di CD album “Staring at the Sea” terdapat stiker dengan tulisan bahwa lagu Killing an Arab bukan bertema rasisme. Saking sebelnya sama pihak yg salah mengartikan dan maen tuduh, Robert gunting rambutnya yang panjang sampai cepak. Peringkat album “Staring at the Sea” terus naik tangga album Billboard. Waktu The Cure mengadakan show di gedung The Forum di Los Angeles, salah satu fans mereka bunuh diri.

1987, gw baru lahir, Hehehe…. dan The Cure sudah Merilis Album “Kiss Me, Kiss Me, Kiss Me” mencapai chart Top 5 di Inggris dan di Eropa, sedangkan di Amerika Top 35. dan mendapat Platinum atas penjualan albumnya. Bulan Agustus 1988, setelah 14 tahun pacaran, Robert Smith dan Mary Poole akhirnya menikah juga di gereja Benedictine. dan saat itupun Band dari USA bernama Dinosaur, Jr. merekam lagu “Just Like Heaven” untuk album mereka.

Di tahun 1989 album “Disintegration”, yang gelap seperti album mreka sebelumnya. Album Itu menjadi album mereka yg berhasil menempati posisi tangga lagu di Inggris. Duduk di posisi tiga dengan tiga lagu (”Lullaby”, “Lovesong dan “Picture Of You”) masuk posisi 30 besar di Inggris dan Germany. Menjelang permulaan 1990 The Cure Menjadi salah satu band musik rock alternatif yang paling populer di dunia.

Pada Tahun 1991, Roger O’Donnell meninggalkan Band dan diganti Perry Bamonte., The Cure menyumbang hits lagu untuk musik dance Inggris melalui album kompilasi mereka yg di-remix berjudul “Mixed Up”. The Cure mendapat penghargaan Best Band di acara “Brit Award” di Inggris. Di Amerika, musik grunge seperti Nirvana mulai digandrungi di Amerika. Walaupun grunge mewabah di Amrik, musik The Cure tetap disukai, terutama di negara bagian New Jersey.

Saat album “Wish” berhasil meluncur dengan singe andalan (Friday i’m in Love, a Letter to Elise dan High) Sekilas tentang “Friday I’m In Love”: Jumat pagi dia terbangun dari tidur selama 4 hari sebelumnya berturut-turut dia mabuk-mabukan. Jadi waktu bangun pagi itu, perasaannya sangat fresh dan tanpa beban. Catatan : Setelah rekaman Disintegration, Robert mulai capek nulis lagu tentang kehidupan pribadinya. Jadi, dengan album Wish ini, penulisan lagu The Cure berubah walaupun awalnya sangat sulit. Hasilnya, single-single di album Wish tidak terlalu sentimentil, malah tergolong Happy. Berikutnya Line up The Cure kehilangan Porl Thomson yang meninggalkan Band di Tahun 1993 dan bergabung dengan Robert Plant dan Jimmy Page di Led Zepplin, dan Bamonte mengisi kekosongan yang ditinggalkan Thomson.

Pada tahun 1994 Formasi The Cure diisi Robert Smith, Bamonte, Gallup dan Roger O’Donnell yang diminta bergabung kembali. Akhirnya album “Wild Mood Swings” dilepaskan pada tahun 1996 dengan single andalan “The 13th” dan “Mint Car” berada sangat rendah di tingkat lagu di Inggris, dan single selanjutnya “Gone dan “Strange Attraction” tidak begitu sukses. Banyak lagu yg tidak konsisten dengan ciri khas musik the Cure, bahkan berbau funky dan hampir tidak ada lagu yg pantas dijadikan single. Dipertengahan tahun 1993-1994 Cure merilis 2 album live kompilasi berjudul “Show” dan “Paris.” Lol Tolhurst menuntut the Cure atas royalti dari album live tersebut (direkam waktu dia masih memainkan drum), dan kalah di pengadilan.

Di pertengahan 1996 The Cure mengadakan festival di South America, dan diikuti Tour Dunia untuk mensuport album selanjutnya. Di Tahun 1997 Album “Galore” diluncurkan dan respon yang didapat oleh para penggemar sangat tinggi, dengan berhasil meraih Multi-platinum dengan koleksi single, “Standing On a Beach” “Galore” dirilis sebagai kompilasi album The Cure dari tahun 1987 dan 1997, single terbarunya bejudul “Wrong Number” dengan Fitur terbaru yang disajikan oleh David Bowie Guitaris Reeves Gabrels. Mereka berkolaborasi di amerika radio festival tour di single “Wrong Number”. Dan untuk pertama kalinya The Cure berkontribusi dalam Soundtrack album The X-Files. Di 1998 Robert Smith maen di film kartun South Park sebagai parodi dirinya sendiri.

Di Tahun 1999, Robert berusia 40 dan Album “Bloodflowers” yang direkam di studio RAK di London, di mana album Pornography dan Disintegration juga direkam ulang. Album “Bloodflowers” yang semula akan diluncurkan pada tahun 1998 ternyata mengalami delay sampai tahun 2000 dengan alasan (waduh…lupa gw ga nanya alesannya sama Robert Smith). Tapi yang jelas di album itu Smith menuangkan sebuah single “Out of This World” yang didalamnya Robert menulis lirik “I know we have to go, I realize we always have to go back to real life, where we belong…”. Robert pun membuat pernyataan yang mencengangkan, dia bilang klo moment ini adalah rekaman terakhirnya dengan The Cure dan seandainya akan membuat album lagi setelah “Bloodflowers”, itupun bukan dengan The Cure. Di Tahun itupun The Cure mengadakan Preskon untuk menyatakan bahwa mereka akan bubar dan ini album terakhir mereka, tapi pertemuan itu batal.

Tahun 2004 Merilis album “The Cure” dan Dihadiahi MTV Icon. Yang membawakan tembang The Cure saat itu adalah: AFI dengan “Just Like Heaven”, Blink-182 “a Letter to Elise”, Razorlight “Boys Don’t Cry” , the Deftones “If Only Tonight We Could Sleep” and was Hosted oleh Marilyn Manson. The Cure sangat berpengaruh pada banyak pecinta musik dan berpengaruh terhadap Band mereka contohnya: Jane’s Addiction, The Smashing Pumpkins, and Dinosaur Jr. Robert Smith baru menyadari band-band yang dipengaruhi oleh The Cure adalah: Bands Interpol and My Chemical Romance.

The Cure menulis dan mengumpulkan semua materi untuk album barunya sejak 2006 album ke 13 ini akan berbentuk double album dan dijadwalkan akan release pertengahan 2008. Double album itu nantinya akan beredar secara “Limited edition”, yang akan di aransemen sendiri oleh Smith. “Untitled Thirteenth Album”.

Untitled

Posted in Tak Berkategori | 3 Comments »