pizzakill

High N’ Dry

“Rayuan Ibukota”

Posted by dasarwanita on 1 April 2008

Tak terasa hampir masuk tahun ke-3 ku bekerja dikantor ini, perjalanan panjang adalah santapan setiap harinya, banyak yang ku dapatkan dari perjalanan itu, mulai dari pemandangan yang indah sampai harus terjerembab ke aspal jalan dan menimbulkan lecet di kaki dan tangan tapi semua dijalani dengan SEMANGAT.

Tak terasa perjalanan ini membuatku terhenti di Dufan, menarik hati setelah beberapa tahun tak lagi menginjakan kaki di tempat pemacu adrenalin tersebut.

Wahana Tornado adalah tempat pertamaku mencoba kehebatan pemacu jantung buatan tangan manusia itu. Breeerr…wuaw tak terasa 2x ku naiki wahana yang kusebut permainan gila tersebut. Ampun..kepala yang tadinya panas dibuatnya dingin. Lumayan merefresh otak.

Setelah berkeliling mencoba semua permainan, singkat cerita ku terdiam sesaat di salah satu wahana berbentuk perahu atau kora-kora sebutan Dufannya. Gila…ku lihat sepasang laki-perempuan yang sudah tua renta dengan lilitan urat yang timbul dikedua tangannya mengantre menunggu giliran naik wahana tersebut. Penasaran ku dibuatnya.

Tak lama, keduanya menaiki kora-kora. Perasaan tegang terpancar dari muka si Nenek yang memerah mencoba ditenangkan oleh si Kakek yang mengelus rambut putihnya. Mesin dijalankan petugas, terlihat tangan si Nenek memegang erat pegangan yang ada di wahana tersebut.

Dengan memejamkan matanya terlihat si Nenek mengangkat belahan mulutnya tapi anehnya, bukan berteriak dengan lantang seperti kebanyakan orang, si Nenek malah seperti ingin memuntahkan sesuatu dalam mulutnya, uweek….begitulah kira-kira. Tak lama si Kakek yang asyik berteriak melihat kekasihnya dalam keadaan semaput, si Kakek terus mendorong si Nenek untuk berteriak sekencang mungkin…tu wa ga pat angin mana yang mempengaruhi si Nenek dengan mata yang masih tertutup mencoba berteriak seperti yang diperintahkan si Kakek, akhirnya dengan terbata-bata si Nenek bisa juga berteriak dan membuka matanya sampai akhir permainan.

Petugaspun bertanya, “Ada yang mau lagi??” dengan lantang si Nenek menjawab “Mauuu..” dalam hati bertanya. “Ya…ampun Nek, tadi udah ampir sekarat masih bilang mau juga. Rayuan maut apa yang bikin si Nenek tertantang kembali?”. Puas dengan permainan, pasangan itu pun meninggalkan tempat tersebut, berjalan dengan kecepatan 0,01 Km/Jam, bergandengan tangan dan senyum yang terlihat dari raut kriput si Nenek. Perasaanku ternyata salah, kukira mereka datang bergerombol seperti orang-orang kebanyakan yang datang, tenyata mereka hanya berdua datang ketempat seperti ini. Huhuhu…

–Berminggu berlalu, Berbulan berlalu, Bertahun berlalu–

Senin kemarin, saat tengah berjalan menuju kantor tercinta, lagi ku melihat “dua sejoli senior” yang tengah berjalan dengan motornya membawa berbungkus-bungkus plastik besar berwarna hitam di panas terik ibukota dan antrean kendaraan yang tak kunjung mereda. Tanpa menghiraukan halauan Jakarta terlihat si Kakek melakukan aksi mendebarkan…

Beberapa detik kemudian, dilepasnya pegangan tangan kiri dari setang motornya dan dengan nakalnya mengarahkan tangan yang hanya terbungkus kulit itu menyubit tangan si Nenek yang sedang repot membawa karung-karung belanjaannya penuh arti.

Dengan muka agak sinis si Nenek telihat mengeluarkan kata-kata yang tak jelas dibatang telinga ini karena terlalu bisingnya kendaraan yang terus memadati bilangan Wr Buncit. Tapi terlihat si Kakek tertawa geli sepertinya puas dengan kelakuannya tadi, sambil terus berkonsentrasi dengan arah motornya yang berjalan pelan, tak lama kemudian percakapan terlihat.

Detik demi detik terlihat muka sinis si Nenek terlihat berpudar merona, dengan centil diambilnya sehelai kain yang menutupi leher untuk menutupi gerakan sumringah yang keluar dari mulutnya yang terlihat kempot karena gigi yang habis dimakan usia. Terlihat si Nenek senang dengan apa yang si Kakek ucapkan, dengan manjanya si Nenek menghujamkan kepalanya yang tertutup helm ke punggung si Kakek.

Terenyuh dengan begitu abadinya rasa itu keluar dari diri mereka. Betapa damai dunia jika rasa itu selalu berada dalam diri kita, kegilaan yang sehari-hari menjadi momok dari segala masalah mungkin hanya secuil tanah yang tak berarti bagi mereka yang selalu tetap berada dalam belenggu itu.



17 Responses to ““Rayuan Ibukota””

  1.   arya Says:

    sejoli senior?
    wakakakakakaka

  2.   puang Says:

    salam perjuangan dari bandung
    membaca artikel anda membuat saya terharu, makanya berjuanglah mempekerjakan diri sendiri, agar tidak busung lapar

    baca artikelku agar engkau tidak busung lapar dinegeri ini..
    orang bisa di beli dengan uang,
    berhati-hatilah mencari sahabat dan mencurahkan isi hatimu, satu-satunya orang yang layak kamu percayai dalam kondisi apapun adalah dirimu sendiri. Jangan lupa itu.
    http://puang07.fotopages.com

  3.   yuliadian Says:

    huaaaaaaaaa ke DUpan ga ajak2.. yah…. gue bilangin si nenek neh…

  4.   pet Says:

    ternyata aksi si nenek dan kakek tetap tidak membangkitkan nyali kak nunu buat naik kora kora???? ga malu tuch sama si nenek???;p

  5.   ncomputing - penggan Says:

    sepasang yg romantis……..dah kakek nenek pun masih aja berduaan….hehhehe

  6.   ayukee Says:

    nunu kapan ke dufannya?
    CURANGGGGGG

    eh btw tuh nenek ama kakek keluar dufan selamat kan?
    Nggak jantungan gitu maksudnya?
    Btw loe naik kora2 juga pa ngeliatin doang dari bawah??

  7.   ash Says:

    oi.. parah loe ke dufan gak ngajak2?
    ehm.. atau mungkin, kalo bareng ama anak2 nanti ketauan deh klo elo takut naik wahana yg menantang..:p

    -ash-

  8.   rossey Says:

    dy ga bilang2 ke Dufan ‘cos lagi bawa cowoknya :D

  9.   dasarwanita Says:

    hayah…mulai deh, gw ga ngajak2 karena….
    apa yah… “sendiri adalah abadi”

  10.   rossey Says:

    mungkin tepatnya bukan “sendiri adalah abadi”
    tp “jomblo adalah selamanya”.

    bukan begitu maksud lo, Nu? :D

  11.   dasarwanita Says:

    Bener lu Ros, seratus buat lu!
    Kita bakalan abadi menjomblo loh…
    seandainya lu kenal sama yg namanya alam setelah hidup yang abadi disana, lu pasti tau apa arti postingan gw..

  12.   kakak Says:

    Rosey ama nunu neh sebenernya kompak banget. Rame ada loe berdua. jawaban-2 loe juga cerdas……I Love you so much

  13.   dasarwanita Says:

    I love you too Kakak

  14.   rossey Says:

    ciee, Nunu :D

  15.   paguman Says:

    yg bener tu “JELEK LO YG ABADI” nu…
    piss…btw ada film baru nu (Kim Kardashian with Ray J wkakakakak)

  16.   biru Says:

    hampir nangis gw bacanya…

  17.   hafi Says:

    wahhh romantisss bgt….
    terharu gW…\

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>